
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="522">
<titleInfo>
<title>Evaluasi Model Agroforestry Berbasis Gaharu Di Desa Gayam Dompo, Kabupaten Karanganyar</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Rawana, MP (P)</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Agus Prijono, MP</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Vernando Rusvandi Supa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher>INSTIPER</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>INTISARI
	Hutan adalah titipan Tuhan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan manusia. Katanya Negara Indonesia adalah Negara berkembang. Namun fakta nyata dari perkembangan itu tidak ada. Hutang masih menumpuk, bahkan ada rencana menambah hutang lagi. Hampir 70 % penduduk yang berprofesi sebagai petani hidup di bawah garis kemiskinan. Katanya tanahnya subur, mengapa rakyatnya tidak bisa hidup makmur. Panen raya tak membuat bahagia tetapi bersedih karena harus menyicil hutang. Apalagi saat masa tanam, harga bibit mahal, tiba-tiba pupuk hilang dipasaran. Setelah panen harga gabang kering/basah menjadi murah. Petani banyak ruginya daripada meraup untung. Belum lagi bencana dating silih berganti. Banjir besar hampir datang tiap tahun, ribuan hektar persawahan terendam, panen pun gagal.
	Sederetan fakta di atas memaksa kita untuk berperan aktif, minimal mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Bagi siapa saja yang memiliki lahan, maka bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem agroforestry. Sistem agroforestry adalah sistem bercocok tanam multikultur, yang mengkombinasikan antara tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian, hewan atau tanaman lainnya dalam satu lahan secara bersamaan maupun periodik.
	Bersumber dari uraian di atas, sampai sekarang kondisi suatu tanaman belum di ketahui tingkat pertumbuhannya, maka perlu di lakukan penelitian mengenai Evaluasi Model Agroforestry Berbasis Gaharu Di Desa Gayam Dompo, Kabupaten Karanganyar.
	Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui produktivitas lahan di berbagai model agroforestry di Desa Gayam Dompo, Kabupaten Karanganyar. (2) mengetahui tingkat kemiripan komunitas lahan di berbagai model agroforestry di Desa Gayam Dompo, Kabupate Karanganyar.
	Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukkan bahwa tinggi, diameter, dan volume pohon tidak berpengaruh pada produktivitas kayu, dan terdapat kemiripan pada masing-masing lokasi di berbagai model agroforestry pekaragan, sawah, dan kebun, dari komuitas tanaman gaharu, jati, dan pisang.</note>
<subject authority=""><topic>16697</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Tinggi, Diameter, Volume pohon, Gaharu, Produktivi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kehutanan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Institutional Repository Institut Pertanian STIPER Yogyakarta</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">UP.KH.009</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4244" url="" path="/COVER s.d ABSTRAK_16697.pdf" mimetype="application/pdf">COVER s/d ABSTRAK</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4248" url="" path="/BAB I_16697.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4261" url="" path="/BAB VI_16697.pdf" mimetype="application/pdf">BAB VI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4264" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA_16697.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4265" url="" path="/LAMPIRAN_16697.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4266" url="" path="/Surat Pernyataan Publikasi Bermaterai_16697.pdf" mimetype="application/pdf">PUBLIKASI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4267" url="" path="/Ringkasan Skripsi_16697.pdf" mimetype="application/pdf">RINGKASAN SKRIPSI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="4335" url="" path="/HALAMAN PENGESAHAN_16697.pdf" mimetype="application/pdf">LEMBAR PENGESAHAN</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>KEHUTANAN-001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>522</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-10-08 13:34:05</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-14 10:10:49</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>