
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="110">
<titleInfo>
<title>PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Pauliz Budi Hastuti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Artikel Dosen</placeTerm></place>
<publisher>INSTIPER</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit tebu ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian Stiper yang terletak di desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL) atau CRD (Completely Randomized Design)  yang terdiri dari dua faktor. Faktor  pertama adalah jenis pupuk organik yang terdiri atas 3 macam yaitu pupuk organik blotong (limbah padat pabrik tebu), pupuk guano, dan pupuk organik madu, sedangkan faktor kedua adalah dosis N pupuk organik yang terdiri dari 3 aras yaitu 10 gram, 15 gram, dan  20 gram, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 6 kali. Sedangkan sebagai kontrol (hanya menggunakan pupuk ZA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kombinasi perlakuan antara jenis dan dosis pupuk organik memberikan hasil yang sama dengan kontrol (pupuk ZA) pada semua parameter pertumbuhan kecuali pada berat segar tunas. Terjadi interaksi yang nyata pada parameter luas daun, jumlah ruas, berat segar dan berat kering akar. Pemberian pupuk blotong dengan dosis N 10 g memberikan hasil terbaik pada parameter luas daun. Pemberian pupuk blotong dengan dosis N 15 g memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah ruas. Pemberian pupuk blotong dengan dosis N 20 g memberikan hasil terbaik pada parameter berat segar dan berat kering akar.


Kata kunci : Pupuk organik, bibit tebu</note>
<subject authority=""><topic>TEBU</topic></subject>
<subject authority=""><topic>PUPUK</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Institutional Repository Institut Pertanian STIPER Yogyakarta</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">ART.DOS.016</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="116" url="" path="/PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU.pdf" mimetype="application/pdf">PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.)</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>Institut_Pertanian_Stiper-001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>110</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-08 10:17:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-09 14:04:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>